Salam Metal :-P

•February 24, 2009 • Leave a Comment

Allow brader en sister

Akhir nya gue buat blog juga (di bantuin ama istri tercinta) …..setelah sekian lama cuman ide doang, ngga sempet2 tapi lebih ke “ngga bisa” nya huehehehehehhe………

Nama gue reza nasution…..ya….betul……..nasution yang kerjaan nya maen musik….bukan…bukan nasution yang kerjaan nya ngambil duit rakyat ama maen prempuan (mudah-mudahan tersinggung…huehehehehe)……..karena dari kecil udah dengerin musik musik yang mereka dengerin, yang emang ternyata musik yang mereka dengerin itu musik yang berat, jadi kebawa gue…….jadi demen ama musik (alah…)

Oleh karena itu (cieee…) di blog ini gue mau bagi-bagi pengalaman (apa aja), bukan nya brarti gue jago, justru gue lagi belajar, kalo gue salah kan bisa di kasih tau ….saling berbagilah…..

Semua orang recording bilang, yang penting data nya bener dulu, maksudnya rekaman nya bener dulu, mixing itu cuma nge-bantu data yang emg udah bener, jadi kalo ada orang ngomong bisa di benerin di mixing, kasih cangkul aja dia, suruh bertani ngga usah kerja di bidang ini huehehehhehe………………

Jadi mari berbagi, gimana caranya rekaman yang bener itu….stuju? stuju ya……

Gue tuh paling seneng instrument yang namanya Gitar Classic Nylon, ngga tau knp, denger bunyi nya aja merinding huehehehehehhe………jadi topik pertama gue adalah Gimana Nge-rekam Guitar Akustik (menurut gue)……

Ada 2 cara untuk nge-rekam gitar akustik, direct yaitu lsg colokin ke pre-amp, atau todong (pake mic bukan pake piso atau pestol :-P )

Oke…..Yang gue butuhin Mic condensor dua biji, yang gede satu (yg biasa untuk vocal), ama yang kecil satu (yang biasa utk overhead drum), Pre-amp, Converter, dan yang paling penting ya gitar nya J

Mic nya di arahin lurus ke lobang gitar (sound hole), kl udah lurus di geser ke kiri dikit ke arah badan nya, jarak nya kira2 7-10 cm (kl ini relatif asal ngga ganggu maen nya aja)…..

Abis itu mic yg kecil di arahin ke fret (fret board) ke 3 dr gitar, jarak nya kira2 5-7 cm, fungsi nya untuk nge-rekam bunyi gesekan senar nya (kalo dapet bunyi nya, mantep bgt man)…..

Dah…..kelar deh, tinggal ngerekam aja, jadi sekali jalan dua track, nah kalo gue biasanya gue ulang lagi, biar stereo (kiri – kanan di pan nya) jadi total jendral setiap satu pola rhythm ada 4 track.

Oiya…..jangan fales senar ama gitar nya ya J

Nah itu cara gue, gampang kan….

Ini ada satu lagi cara dari temen gue, Tondi Rangkuti namanya, doi neh seorang Producer musik, tapi guitar player juga J , suka nongkrong juga di studio……

Kalo cara nya dia di gabungin antara direct ama todong…..

Neh dia (tulisan nya dia sendiri)

Merekam Gitar Akustik

( protips Majalah Audiopro )

oleh ; Tondi Rangkuti ( 20 September 2004 )

Baru – baru ini saya memperoleh kesempatan untuk mengerjakan rekaman instrumental gitar akustik ( nylon ). Walaupun dalam beberapa kesempatan saya pernah melakukannya, ada saja pengalaman baru tentunya yang kita dapat dalam setiap sesi rekaman berbeda lainnya.

Kenali “Senjatamu” ( rekaman uji coba )

Saya sendiri tidak menggunakan gitar high end quality kali ini, dan kalau kamu punya gitar akustik yang lebih buruk sebaiknya juga jangan berkecil hati. Karena kalau segalanya sangat baik, rasanya tidak menarik lagi karena tidak ada tantangan dan jadi sederhana. Mau pintar kan mesti bergaya seperti ilmuwan. Makanya, harus rajin melakukan uji coba dan eksperimen sebelum masuk ke sesi rekaman sebenarnya. Sama seperti saya kali ini, karena gitarnya tidak begitu bagus kita uji coba dulu biar tahu kelemahannya dan kita cari jalan keluarnya.

Saya menggunakan 2 buah mic condenser ( merek bagus kalo ini ), satu jalur direct dari out preamp gitar. Nah dari hasil rekaman pengujian ini ternyata gitar saya tumpul dan entah kenapa gainnya kurang bagus pada senar 1, 2 dan 3. Artinya, suara frekuensi tingginya tidak baik kan. Dan alhamdulillah suara low nya terdengar baik. Sedangkan kesulitan lain, gitarnya cuma mengandalkan piezo pickup kualitas biasa, 2 buah parameter yaitu 1 untuk Volume sedangkan lainnya untuk Tone Control. Tidak punya EQ sama sekali, apes..jadi kita tidak bisa melakukan pewarnaan atau penyesuaian color untuk direct outnya.

Penyebab lemahnya ketiga senar yang saya sebut di atas tadi bisa jadi dari kualitas kayu gitar yang memang tidak begitu bagus, atau dari nut dan bridge gitar. Sedangkan low yang baik dikarenakan ruangan rekamnya bagus lho dan mic condenser yang saya pakai bagus. Biar kamu tahu, penggunaan mic condenser biasanya untuk merespon suara low gitar ( axisnya mengarah ke soundhole atau bridge gitar ) sedangkan beberapa tipe mic dynamic ( banyak merek ) digunakan untuk menangkap suara frekuensi tinggi gitar ( axis mengarah ke fingerboard gitar ). Hal lain yang perlu kamu tahu, pickup gitar akustik itu baik untuk difokuskan pada suara bass dan cenderung memberikan noise senar karena “presence” yang lebih banyak. Pickup akustik gitar yang baik harusnya membuat suara gitar itu terdengar normal di telinga kita ( itu parameternya gitar akustik electric yang baik ). Artinya, suara yang keluar dari direct out mestinya sama atau paling tidak mendekati suara yang keluar dari soundhole gitar. Cara tahunya gimane..? Ya dites dong dengan amplifier akustik, atau langsung ke speaker aktif bisa juga kok tapi pakai direct box yang bagus la..

Akustikal Ruangan

Jangan keder dengan kata – kata ini, gitaris kan cuma user bukan tukang bikinnya. Jadi kita tidak mesti jadi fisikawan akustik untuk tahu. Walau perlahan – lahan ya pelajari juga dong teori dan studi empiris tentang akustikal ruang. Nah, bagi yang baru melek gitar atau merekam gitar akustik cuma satu rahasianya., yaitu “telinga”..bolehlah pakai motto saya ini “what you hear is what you get”. Jadi kemanapun, apapun, siapapun yang menjelaskan tentang teori rekaman, teori akustik ruangan yang kita rasa baik, itu bukanlah hakim dan jalan keluar tunggal tapi menjadi penuntun kita mengenali masalah dan potensi masalah. Hakim akhirnya telinga ( yang mengirim sinyal ke otak ). Jadi yang berkata baik adalah telinga ( otak ) yang buruk juga sama yang bilang. Belajarnya gimana ? jangan beli dan dengerin musik khususnya gitar akustik yang jelek. Nanti telinga ( dan otaknya ) ikut jelek…percaya gak, sesuatu yang salah atau buruk kalau dipaksa dikonsumsi berulang – ulang akan menjadi baik. Gak percaya..bikin aja eksperimen sendiri..hehehehe. Contoh rekaman, misalnya CD yang bagus akan menjadi bahan komparasi kita untuk mencari suara yang terbaik..tepatnya sebagai referensi, preseden.

Gitar boleh berbeda – beda jenis dan kualitanya, nah akustik ruang yang baik juga begitu lho. So, terima kasihnya sama Tuhan. Karena vibrasi energi yang menabrak molekul dan kemudian menabrak suatu materi penghambat, maka energi itu akan memantul lagi ke berbagai arah . ( jangan bingung energi di sini artinya suara ). Berbagai refleksi energi dari berbagai arah itu yang kita sebut “ambience”, orang pinggiran bilang “gema”, orang gunung bilang “e’ko'” hehehehehehehe.

Kalau gitarnya bersuara bagus di suatu ruangan, maka kita berusaha menangkap suaranya. Caranya tinggal kita gunakan mic yang bagus untuk menangkap kualitas ambience yang bagus itu. Untuk merekam drum memang ada mic khusus untuk menangkap room sound drum. Biasanya diletakkan di tiap sudut floor ruang. Untuk gitar ya kita terpaksa pakai mic general, sedangkan untuk kualitas dan tipe tinggal browse internet..saya kan bukan salesnya..hehehe. Mau aman pilih aja merek yang ngetop, apesnya yang ngetop pasti mahal.

Miking

Untuk mengatasi masalah suara gitar yang “pas – pas an”. Saya pakai 2 mic dynamic, 2 condenser dan juga 1 direct out..ampun banyak amat keroyokannya sampai 5 track. nah, ini penjelasannya. Banyak tidak masalah selama ia efektif mengatasi masalah. Teknologi digital recording ( sequencing ) sekarang memungkinkan kita untuk itu, jadi sayang sekali kalau orang tidak menggunakannya untuk atasi masalah. Untuk tipe mic, saya pilih yang paling mampu menangkap “Transient”, artinya mic yang dapat merespon artifak ( noise ) frekuensi tinggi senar gitar. Masalah utamanya gitar saya kan pada frekuensi tinggi. Perlu kamu ketahui mic dynamic yang kerap dan umum digunakan adalah sennheiser 421, tapi di sini saya pakai merek yang lain.

Untuk posisi mic, 2 buah mic dynamic 1 mengarah ke soundhole, 1 lagi mengarah ke fretboard ( sekitar fret 12 ). Jarak dari gitar kira -kira 24 – 18 inchi. Mic dibuat sedikit off axis ( dimiringkan ). Jadi yang satu agak mengarah ke bridge gitar, yang satu sedikit mengarah ke nut gitar. Untuk mic condenser yang 1 untuk menangkap suara yang keluar dari saound hole langsung, sedangkan satunya untuk menangkap ambience ruangan, untuk ini saya pilih yang bisa disetel omni ( bisa menangkap dari berbagai arah ). Condenser mic juga bagus menangkap bunyi – bunyi natural dari permainan gitar yang mana ini belum dapat ditiru oleh synth generator, paling memainkan hasil sampling saja.

Sebenarnya penempatan mic ini lebih baik pakai metode trial and error, coba berbagai posisi, rekam dan dengarkan hasilnya. Setelah membandingkan dan mendapat posisi yang menghasilkan suara seperti yang kita mau baru deh kita masuk ke sesi rekam sebenarnya. Jadi kalau ada yang bilang posisi mic harus begitu dan begini secara pasti, itu bohong.

Kombinasi mics dan pickup

Penggunaan direct out gitar adalah untuk menangkap presence gitar, tapi di sini ada juga masalahnya. Kalau mic condenser dapat menangkap gesekan perpindahan jari lebih baik, maka pickup gitar akustik memberikan noise jari yang bikin gitaris jadi gak percaya diri..hehehe..pickup menangkap suara yang keluar dari senar gitar benar – benar secara langsung, jari kiri menekan yang kanan memetik..tidak seperti piano yang mempunyai media untuk menghasilkan suaranya ( tuts dan pemukul senar ). Jadi jangan coba – coba rekaman akustik gitar kalau latihannya gak bener. So, ingat selalu pickup gitar untuk menangkap tone jari gitaris, sedangkan mic condenser ditempatkan lebih jauh sehingga informasi bunyi nada gitar lebih menonjol sedangkan noise senar hanya sebagai background.

Atasi hasil suara rekam keseluruhan dengan membalance masing – masing track secara hati – hati. Yang terpenting tentunya adalah memfokuskan pada karakter bunyi gitar yang kita punya, jangan coba – coba merekayasa dengan eq berlebihan..it could be vain…dan kalau kamu gak puas dengan hasilnya, solusinya dengan menggunakan ampli akustik combo. Nah, kalau paham terapin begini, out gitar jangan dicolokin ke input ampli langsung, tapi ke mic preamp atau input channel mixer ( pakai D/I Box ), guna D/I Box agar supaya impedansi input dari mic pre dengan output dari pickup gitar berkesesuaian. Kemudian dengan jalur aux send di mixer, sinyal gitar dari mixer itu dikirim ke effect returnnya amplifier combo tadi. Supaya apa, kita gak pakai preamp ampli tapi hanya butuh cabinetnya, dengan cara itu preamp ampli jadi bypass. Hasilnya, suara gitar akan lebih fokus karena suaranya udah lebih terkompres ( via mixer tadi red ). Lalu todong ( miking ) cabinet ampli tadi dengan mic dynamic..beres??? mudah – mudahan.

Mixing

Jangan menggunakan equalizer untuk pewarnaan, kecuali kamu sangat – sangat ahli menggunakan eq atau mengenal perangkat eq ( baik gearboard atau plug in software ). Kalau pun terpaksa, pakai graphic eq dengan cakupan frekuensi dan bandwith yang luas, agar bisa detil cut and boost frekuensi yang kita mau. Balance semua track dengan hati – hati, karena sedikit saja kita menggeser fader maka pastinya warna suara akan berubah. Kemudian gunakan kompresor, supaya gain dan sustainnya stabil. Untuk reverb, boleh saja kita menggunakan untuk semua track, tergantung jenis musiknya. Tapi kalau mau naturalitasnya terjaga, cukup yang direct out gitar aja diberi reverb. Kalau untuk instrumental gitar, saya suka pakai room type.. supaya itu tadi, biar natural..kalau di era 80 – 90 an, tipe reverb biasanya hall, dengan mix reverb yang lebih besar. Untuk era sekarang mungkin uda gak up date lagi..

Untuk urutan mix FX biasanya saya melakukan seperti ini ; Compressor, EQ, Stereo imager, Reverb. Atau EQ ( coloring ), Compressor, Stereo imager dan Reverb. Untuk EQ ( coloring ) ini, maksud saya adalah kalau saya menghadapi masalah suara yang kompleks atau tonenya gitar tidak seperti yang diinginkan atau ingin suara yang lain lebih spesifik. Tapi, sayangnya karena tulisannya udah kepanjangan, topik itu sebaiknya kita bahas dalam artikel khusus kali ya..mungkin judulnya “Bagaimana me-mix hasil rekam akustik yang buruk”…hehehe….apa aja la..oke bye.

Cukup sekian topik cara nge-rekam gitar akustik, bagi yang lebih jago di mohon petunjuk nya, bagi yang baru tau happy recording ye……

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.